Memperkuat Pemantauan Dampak Konservasi Laut melalui Lokakarya TFCCA

Ariq Dhia Fajari | 7 Oktober 2026

 

Pada 23 September 2026, CSF Indonesia bersama Reef Check Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Pemantauan Dampak TFCCA (TFCCA Impact Monitoring Workshop) di Jakarta. Lokakarya ini mempertemukan tim program dan para ahli untuk meninjau rancangan pendekatan pemantauan dampak TFCCA serta membahas bagaimana perubahan ekologis dan sosial ekonomi dapat dipahami secara lebih sistematis.

TFCCA (Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act) merupakan program konservasi terumbu karang melalui skema debt-for-nature swap antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia. Pada siklus pertamanya, TFCCA mendukung lebih dari 50 mitra di tiga bentang laut prioritas, yaitu Kepala Burung, Banda, dan Sunda Kecil. CSF Indonesia bersama Reef Check Indonesia mendapat mandat untuk mengembangkan sistem pemantauan dampak program secara keseluruhan. 

Pemantauan dampak menjadi penting karena keberhasilan program konservasi tidak hanya dilihat dari kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari perubahan yang terjadi setelahnya. Data mengenai kondisi ekosistem perlu dibaca bersama perubahan yang dialami masyarakat serta didukung pendekatan evaluasi yang dapat membantu memahami hubungan antara intervensi dan perubahan tersebut.

Melihat Dampak Lebih dari Sekadar Perubahan

Martin Siyaranamual, PhD, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, membahas evaluasi dampak dalam kegiatan konservasi lingkungan. Bidang keahliannya mencakup impact evaluation, benefit-cost analysis, dan ekonomi pembangunan. 

Dalam pemaparannya, ia membedakan pemantauan, yang melihat apakah intervensi berjalan sesuai rencana, dengan evaluasi dampak, yang berupaya memahami sejauh mana suatu intervensi berkontribusi terhadap perubahan yang terjadi. Salah satu konsep penting yang dibahas adalah counterfactual, yaitu membandingkan kondisi dengan program dan kemungkinan kondisi tanpa program. 

Menghubungkan Konservasi dengan Nilai Sosial Ekonomi

Dari perspektif sosial ekonomi, Rizal Adi Prima, PhD, Global Research and Evaluation Specialist di Save the Children International, membahas Social Return on Investment (SROI) dalam konteks konservasi terumbu karang. 

SROI membantu melihat nilai yang dihasilkan program bagi pemangku kepentingan dengan menghubungkan perubahan ekologis dengan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Materi juga menekankan bahwa SROI dan evaluasi dampak saling melengkapi, karena penilaian nilai sosial tetap membutuhkan bukti dampak yang kredibel. 

Membaca Perubahan Ekologis dari Waktu ke Waktu

Sementara itu, Dr. Tries Blandine Razak, Adjunct Researcher di Department of Marine Science and Technology, IPB University, membahas Coral Reef Monitoring: Methods and Long-Term Trend. 

Materinya mencakup metode pemantauan terumbu karang, termasuk desain survei, pengumpulan data bentik, dan penggunaan fotogrametri untuk merekonstruksi struktur terumbu dalam bentuk tiga dimensi. Ia juga memaparkan tren jangka panjang tutupan karang keras di Indonesia dan pentingnya data yang konsisten untuk membaca perubahan kondisi terumbu dari waktu ke waktu. 

Menyatukan Perspektif Ekologis dan Sosial Ekonomi

Setelah sesi para ahli, peserta dibagi ke dalam kelompok ekologis dan sosial ekonomi untuk mendiskusikan pendekatan dan indikator yang relevan bagi pemantauan dampak TFCCA.

Diskusi ini menegaskan bahwa memahami dampak konservasi membutuhkan lebih dari satu jenis bukti. Kondisi ekosistem perlu dilihat bersama perubahan sosial ekonomi, sementara keduanya membutuhkan kerangka evaluasi yang dapat membantu menjelaskan bagaimana perubahan tersebut terjadi.

Diskusi menghasilkan beberapa kesepakatan awal mengenai arah pemantauan dampak TFCCA. Pemantauan akan mengacu pada lima indikator outcome TFCCA dengan melihat dimensi ekologis dan sosial ekonomi, serta berfokus pada kontribusi program terhadap perubahan, bukan semata-mata atribusi langsung. Data kuantitatif juga perlu dilengkapi dengan konteks dan penjelasan kualitatif, sementara untuk aspek ekologis dapat memanfaatkan platform pemantauan yang telah tersedia.

Dengan mempertemukan perspektif evaluasi dampak, nilai sosial ekonomi, dan pemantauan ekologis, Lokakarya ini menjadi ruang untuk mempertajam pendekatan pemantauan TFCCA dan membangun dasar yang lebih kuat bagi pembelajaran serta pengambilan keputusan di masa mendatang