Job Vacancy
Junior Communications Officer | Junior Economist - Eastern Indonesia | Junior Economist - Jakarta Based
KEM Learning Day Series: Mengembangkan Bioekonomi lewat Pengetahuan dan Kolaborasi Kolektif
KEM Learning Day Series: Mengembangkan Bioekonomi lewat Pengetahuan dan Kolaborasi Kolektif menghadirkan kisah tentang bagaimana warisan alam Indonesia dapat menjadi fondasi ekonomi masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan. Melalui ruang belajar kolaboratif, Koalisi Ekonomi Membumi mempertemukan anggota untuk menerjemahkan visi besar bioekonomi ke dalam aksi nyata: membangun rantai nilai berkelanjutan, merumuskan jalur kebijakan bersama, dan memperkuat jejaring lintas sektor. Artikel ini mengajak pembaca melihat bagaimana pengetahuan, kepercayaan, dan kerja bersama dapat menggeser paradigma lama ekonomi ekstraktif menuju ekonomi yang tumbuh selaras dengan alam dan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.
Mengukur Daya Dukung Pariwisata Pesisir di Pantai Takari
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki ekosistem pesisir yang kaya dan bernilai ekonomi bagi pariwisata berkelanjutan. Melalui kajian daya dukung pengunjung di Pantai Takari, Desa Rebo, CSF Indonesia memastikan pengembangan wisata tetap selaras dengan kapasitas ekologis kawasan. Dengan pendekatan Tourism Suitability Index (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK), kajian ini menghasilkan rekomendasi pengelolaan berbasis konservasi, seperti pengaturan jumlah pengunjung, peningkatan sanitasi dan pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, serta zonasi wisata. Hasil studi menunjukkan Pantai Takari sangat sesuai untuk wisata berkelanjutan dengan kapasitas sekitar 1.032 pengunjung per hari tanpa menimbulkan tekanan lingkungan berlebih.
Forest Pathways: Memahami Aliran Keuangan untuk Perlindungan Hutan di Indonesia
CSF Indonesia berkontribusi dalam proyek Forest Pathways untuk memahami bagaimana aliran keuangan memengaruhi perlindungan hutan alam di Indonesia. Melalui pendekatan environmental economics and finance for conservation, proyek ini menganalisis kesenjangan pembiayaan konservasi hutan, termasuk sumber pendanaan, instrumen keuangan, serta dampaknya terhadap kondisi hutan. Studi ini juga menyoroti pentingnya nilai ekonomi, sosial, dan ekologis hutan bagi masyarakat lokal yang sering belum tercermin dalam kebijakan investasi dan fiskal. Selain melakukan pemetaan keuangan, proyek ini melibatkan dialog dengan institusi publik dan pemangku kepentingan guna mendorong strategi pembiayaan dan kebijakan yang lebih adil, efektif, dan selaras dengan tujuan perlindungan hutan serta pembangunan berkelanjutan.
Mempersiapkan Generasi Pemimpin Ekonomi Lingkungan di Indonesia
Oleh Dedek A. Gunawan
CSF Indonesia melalui Yayasan Strategi Konservasi Indonesia (YSKI) meluncurkan program YSKI Impact Fellows untuk memperkuat kapasitas dan jejaring alumni di bidang ekonomi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Empat individu terpilih sebagai fellow melalui proses seleksi kompetitif dan selama enam bulan berperan sebagai storyteller, connector, dan changemaker dalam mendorong kolaborasi, berbagi praktik baik, serta memperkuat keterlibatan lebih dari 650 alumni jejaring YSKI. Program ini juga mendorong pengembangan ekosistem praktik ekonomi lingkungan melalui diskusi, pertukaran pengetahuan, penyusunan konten, dan strategi keterlibatan alumni, sehingga konsep ekonomi lingkungan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang mendukung konservasi, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Memahami Ekonomi Masyarakat Adat di Papua Selatan
CSF Indonesia menggunakan pendekatan ekonomi lingkungan untuk menilai kontribusi ekonomi hutan dan masyarakat adat Asmat di Papua Selatan agar lebih terlihat dalam kebijakan pembangunan. Melalui kajian di empat kampung—Er, Sona, Agani, dan Mumugu Satu—CSF Indonesia melakukan valuasi terhadap manfaat sumber daya alam seperti sagu, hasil perairan, kayu, penyimpanan karbon, dan fungsi transportasi sungai. Hasil studi menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat adat memiliki nilai ekonomi tahunan yang sangat besar dan menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan yang telah berlangsung turun-temurun. Selain penelitian, CSF Indonesia juga memperkuat kapasitas lokal melalui pelatihan valuasi ekonomi bagi akademisi dan masyarakat adat, serta mendorong integrasi pengakuan masyarakat adat dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
Menuju Sintang Lestari: Kisah Kolaborasi dan Perubahan Cara Pandang
Oleh Dedek A. Gunawan | July 22, 2025
Sejak 2018, CSF Indonesia (YSKI) mendampingi Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dalam mewujudkan visi Sintang Lestari melalui pendekatan ekonomi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pendampingan dilakukan melalui penguatan dialog multipihak, penyusunan Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari (RAD-SL), pelatihan terkait Green GDP, akuntansi karbon, dan KLHS, hingga integrasi prinsip keberlanjutan dalam perencanaan dan penganggaran daerah. CSF Indonesia juga mendukung implementasi di sektor strategis seperti infrastruktur, perikanan, dan ketahanan pangan dengan penggunaan alat seperti Green Budget Tagging untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Perjalanan Sintang menunjukkan bahwa kolaborasi, penguatan kapasitas, dan pendekatan ekonomi lingkungan dapat menjadi fondasi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Menguatkan Komunitas melalui Ekonomi Lingkungan
CSF Indonesia (YSKI) menyelenggarakan Community Oriented Training (CoT) – Penguatan Komunitas melalui Ekonomi Lingkungan pada November 2025 di Bali untuk memperkuat kapasitas para penggerak komunitas dalam mengintegrasikan ekonomi lingkungan ke dalam pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan. Selama delapan hari, 28 peserta dari berbagai daerah mempelajari valuasi ekonomi, jasa ekosistem, analisis biaya-manfaat, hingga pendanaan konservasi melalui diskusi interaktif, simulasi, dan kunjungan lapangan. Pelatihan ini membantu peserta memahami bahwa ekonomi dapat menjadi alat untuk memperkuat konservasi, meningkatkan posisi tawar komunitas, dan mendukung pengembangan usaha berbasis alam serta advokasi kebijakan lokal. Melalui kegiatan ini, CSF Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun kapasitas komunitas agar ekonomi lingkungan dapat diterapkan secara nyata untuk menjaga alam dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Media Roundtable: Memperkuat Peran Keuangan Publik dalam Pembangunan Berkelanjutan
CSF Indonesia (YSKI) bersama ILUNI FEB UI, Sustain, dan Yayasan Transisi Bersih menyelenggarakan Editors’ Roundtable on Green Finance untuk mempertemukan editor media, ekonom, dan praktisi lingkungan dalam membahas peran keuangan publik dan pembiayaan berkelanjutan bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Melalui pendekatan ekonomi lingkungan, forum ini menyoroti pentingnya kebijakan fiskal dan pembiayaan inovatif sebagai katalis perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menegaskan peran media dalam membangun pemahaman publik terkait solusi kebijakan dan pembiayaan hijau. Diskusi juga menekankan pentingnya narasi ekonomi dalam menjembatani isu lingkungan dan pembangunan, serta perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi praktik pembiayaan berkelanjutan di Indonesia.
Hak Ulayat dan Nilai Ekonomi Konservasi Lanskap: Refleksi dari Share & Learn Papua
CSF Indonesia melalui Share & Learn Papua Series 2 pada Januari 2026 menghadirkan ruang dialog antara akademisi, pemerintah daerah, masyarakat sipil, mahasiswa, dan perwakilan masyarakat adat untuk membahas integrasi hak ulayat dan nilai ekonomi konservasi lanskap dalam pembangunan berkelanjutan di Papua. Diskusi ini menegaskan bahwa hak ulayat bukan hanya aspek hukum dan budaya, tetapi juga fondasi pengelolaan lanskap yang menjaga keseimbangan antara manusia dan alam serta menghasilkan nilai ekonomi nyata, seperti jasa ekosistem, ketahanan pangan, penyimpanan karbon, dan ekowisata berbasis komunitas. Forum ini juga menyoroti pentingnya pengakuan masyarakat adat, kolaborasi lintas sektor, dan integrasi perspektif ekonomi lingkungan dalam kebijakan publik agar pembangunan di Papua berjalan lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat adat.
Pembiayaan Inovatif untuk Pengelolaan Bentang Alam dan Laut Indonesia
CSF Indonesia berkontribusi dalam proyek Innovative Finance for Indonesia’s Land and Seascapes sebagai bagian dari program SOLUSI untuk memperkuat pembiayaan berkelanjutan bagi pengelolaan bentang alam dan laut di Indonesia. Melalui kajian di Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Kepulauan Bangka Belitung, CSF Indonesia memetakan pemangku kepentingan, mengevaluasi mekanisme pendanaan dan alokasi anggaran, serta mengidentifikasi peluang pembiayaan inovatif yang mendukung konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Hasil kajian digunakan untuk menyusun rekomendasi strategi investasi dan pembiayaan yang dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan daerah maupun nasional, sekaligus menegaskan peran ekonomi dan keuangan sebagai alat untuk mendukung perlindungan alam, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.