Rekam Jejak Pelatihan

Perjalanan Kami di Indonesia

Perjalanan pelatihan Conservation Strategy Fund (CSF) di Indonesia dimulai sekitar tahun 2015, berlandaskan visi untuk memperkenalkan ekonomi lingkungan sebagai alat praktis dalam mendukung konservasi dan pembangunan. Pada tahap awal, CSF Indonesia banyak mendapat manfaat dari kontribusi para ahli internasional yang membawa perspektif dan pengalaman global, di antaranya Kim Bonine, David Johnson, Rhona Barr, John Lynham, dan Natalia Sanin. Seiring waktu, fondasi ini berkembang menjadi kapasitas lokal yang kuat, dengan banyak pengajar yang lahir dari program Training of Trainers kami sendiri. Saat ini, CSF Indonesia bangga memiliki jaringan pakar Indonesia yang terus berkembang dan berperan aktif dalam mengadaptasi pengetahuan ekonomi lingkungan ke konteks lokal.

Pendekatan Penguatan Kapasitas 

Program penguatan kapasitas CSF Indonesia dibangun di atas dua pilar utama: pelatihan dan fellowship. Pelatihan merupakan kegiatan pembelajaran terstruktur—yang diselenggarakan secara daring maupun luring—yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan spesifik dalam ekonomi dan pendanaan lingkungan. Peserta yang menyelesaikan program ini menjadi bagian dari jaringan alumni kami. Sementara itu, fellowship merupakan proses peningkatan kapasitas jangka panjang yang terdiri dari rangkaian diskusi antara mentor dan fellow. Dilaksanakan selama 6 hingga 12 bulan, program ini berfokus pada penguatan riset di bidang ekonomi sumber daya alam dan lingkungan. Para peserta dalam program ini disebut sebagai fellow. Hingga saat ini, CSF Indonesia telah menjangkau lebih dari 650 alumni melalui 33 kegiatan pelatihan serta mendukung 85 fellow melalui program fellowship.

Fellowship untuk Riset Berdampak

Program fellowship kami berfokus pada pengembangan riset terapan di bidang ekonomi lingkungan, khususnya melalui Marine Fellowship Program (MFP) dan Groundwork Analysis (GWA). Program-program ini tidak hanya menyediakan pendampingan teknis, tetapi juga memberikan hibah kecil untuk mendukung pelaksanaan studi ekonomi lingkungan. MFP maupun GWA dirancang untuk memperkuat kapasitas tim riset, khususnya para ketua tim, melalui pelatihan yang terarah serta pendampingan. Melalui pendekatan ini, CSF Indonesia memastikan bahwa hasil riset yang dihasilkan tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga berdampak dalam mendukung pengambilan keputusan lingkungan yang lebih baik.

Pelatihan

Untuk menjawab beragam kebutuhan pembelajaran, CSF Indonesia mengelompokkan program pelatihannya ke dalam tiga kategori utama: pelatihan flagship, pelatihan terapan (applied training), dan pelatihan dukungan teknis (technical support training).

Pelatihan unggulan (flagship training) menawarkan pembelajaran komprehensif mengenai ekonomi lingkungan. Program ini mencakup topik-topik utama seperti Dasar-Dasar Ekonomi, Kebijakan Lingkungan, Ekonomi Sumber Daya Alam, Jasa Ekosistem dan Valuasi Lingkungan, Analisis Biaya-Manfaat, serta Pembiayaan Konservasi. Disampaikan oleh pengajar internasional dan nasional, pelatihan flagship memberikan landasan konseptual dan praktis yang kuat. Contohnya adalah Economic Tools for Marine Conservation in Indonesia dan Economic Tools for Fisheries and Marine Conservation in Indonesia.

Pelatihan terapan (applied training) dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik melalui materi yang disesuaikan. Pelatihan ini mengadaptasi konsep ekonomi lingkungan ke sektor atau konteks kebijakan tertentu. Contohnya meliputi valuasi ekonomi untuk masyarakat adat, Training of Trainers dalam ekonomi lingkungan,penandaan anggaran hijau, PDRB Hijau, pembangunan berkelanjutan, ekonomi lingkungan untuk akuakultur, ekonomi dan pembiayaan untuk Kawasan Konservasi Perairan (MPA), perencanaan skenario, serta analisis dampak sosial ekonomi pada proyek Giant Sea Wall.

Pelatihan dukungan teknis (technical support training) melengkapi pelatihan flagship dan terapan dengan memperkuat keterampilan spesifik yang dibutuhkan dalam studi ekonomi lingkungan. Contohnya meliputi pelatihan pemodelan lanskap berkelanjutan, penulisan ilmiah, infrastruktur berkelanjutan, pendekatan lanskap berkelanjutan untuk Sintang Lestari, serta Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Perencanaan Skenario

Perencanaan Skenario merupakan pendekatan pelatihan yang digunakan CSF Indonesia untuk membantu pemangku kepentingan memahami kemungkinan masa depan pembangunan berkelanjutan sekaligus merumuskan visi bersama berdasarkan faktor pendorong, interaksi aktor, dan arah perubahan. Pendekatan ini telah diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk penyusunan peta jalan ekonomi biru di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, Rencana Aksi Sintang Lestari, penguatan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi, serta di Aceh Utara.

Ekonomi dan Kebijakan untuk Pengembangan Ekonomi Biru

Pelatihan unggulan berupa kelas intensif dua minggu yang memberikan pemahaman komprehensif tentang ekonomi lingkungan dan penerapannya dalam pembangunan berkelanjutan. Peserta mempelajari konsep utama—dari mikro dan makroekonomi, ekonomi sumber daya alam dan perikanan, valuasi jasa ekosistem, hingga analisis biaya‑manfaat dan evaluasi dampak—serta menerapkannya melalui studi kasus, simulasi, dan kunjungan lapangan untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis bukti.

Training of Trainers Ekonomi Lingkungan

Pelatihan CSF Indonesia yang bertujuan membangun kapasitas ekonom dan praktisi sumber daya alam agar menjadi pengajar yang efektif. Program ini menggabungkan penguatan materi—mikroekonomi, ekonomi sumber daya alam, valuasi lingkungan, dan analisis biaya‑manfaat—dengan keterampilan pedagogi dan desain pelatihan. Hingga kini, program ini telah mencetak jaringan pengajar yang berkontribusi memperluas penerapan ekonomi lingkungan di berbagai institusi di Indonesia.

Penguatan Komunitas melalui Ekonomi Lingkungan

Pelatihan CSF Indonesia yang dilaksanakan pada 20–27 November 2025 untuk memperkuat kapasitas penggerak komunitas dalam memanfaatkan ekonomi lingkungan bagi pengelolaan sumber daya alam. Pelatihan ini membahas topik seperti ekonomi sumber daya alam, jasa ekosistem, valuasi ekonomi, analisis biaya‑manfaat, dan pembiayaan konservasi. Melalui metode interaktif dan kunjungan lapangan, peserta didorong merancang solusi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan aplikatif.

Valuasi Ekonomi SDA Masyarakat Adat

Pelatihan ini bertujuan untuk mengukur kontribusi ekonomi masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam agar lebih diakui dalam kebijakan pembangunan. Pendekatan ini telah diterapkan di berbagai wilayah, termasuk Asmat dan Jayapura, dengan fokus pada identifikasi nilai ekonomi hasil hutan, perairan, dan jasa ekosistem. Melalui pelatihan bagi akademisi dan komunitas, pendekatan ini turut memperkuat peran masyarakat adat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

Penandaan Anggaran Hijau

Pelatihan CSF Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sintang yang dilaksanakan pada 30–31 Mei 2022 untuk memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Pelatihan ini mencakup konsep, dasar hukum, struktur anggaran, serta mekanisme penandaan dan pemantauan. Melalui pendekatan ini, peserta didorong mengidentifikasi alokasi anggaran yang mendukung pembangunan berkelanjutan.