Mengukur Daya Dukung Pariwisata Pesisir di Pantai Takari

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki kekayaan ekosistem pesisir yang luar biasa, mulai dari mangrove yang sehat hingga terumbu karang dan pantai berpasir putih. Ekosistem ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung iklim dan penopang kehidupan masyarakat pesisir, tetapi juga memiliki nilai ekonomi signifikan sebagai basis pariwisata alam.

CSF Indonesia berkontribusi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pantai Takari, Desa Rebo, Pulau Bangka, melalui kajian daya dukung pengunjung (carrying capacity assessment). Studi ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengembangan wisata laut tidak melampaui batas ekologis kawasan pesisir dan tetap mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.

Dengan menggunakan Tourism Suitability Index (IKW) dan analisis Daya Dukung Kawasan (DDK), CSF Indonesia mengkombinasikan data biofisik, infrastruktur wisata, dan prinsip ekonomi lingkungan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pantai Takari tergolong sangat sesuai untuk pengembangan wisata berkelanjutan, dengan kapasitas maksimal sekitar 1.032 pengunjung per hari tanpa menimbulkan tekanan lingkungan yang berlebihan.

Pendekatan CSF Indonesia tidak berhenti pada angka dan indikator. Analisis ekonomi lingkungan digunakan sebagai dasar untuk merumuskan strategi pengelolaan berbasis konservasi, seperti:

  • pengaturan jumlah pengunjung harian,

  • peningkatan infrastruktur sanitasi dan pengelolaan sampah,

  • penyediaan papan edukasi lingkungan,

  • serta zonasi kawasan wisata.

Langkah-langkah ini bertujuan menjaga kualitas ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan pengalaman wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat terus mengalir tanpa merusak modal alam yang menjadi fondasinya.