Mempersiapkan Generasi Pemimpin Ekonomi Lingkungan di Indonesia

Oleh Dedek A. Gunawan

CSF Indonesia melalui Yayasan Strategi Konservasi Indonesia (YSKI) meluncurkan program YSKI Impact Fellows, sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat kapasitas dan jejaring alumni dalam bidang ekonomi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya pemimpin masa depan yang mampu mengintegrasikan pendekatan ekonomi ke dalam upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Empat individu terpilih sebagai Impact Fellows melalui proses seleksi yang kompetitif, dengan kriteria komitmen kuat terhadap konservasi, ekonomi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Selama enam bulan, para fellow berperan sebagai storyteller, connector, dan changemaker, yang mempromosikan kolaborasi, berbagi praktik baik, serta memperkuat keterlibatan alumni dalam jejaring YSKI yang mencakup lebih dari 650 pemimpin lingkungan di Indonesia. 

Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan individu, tetapi juga pada penciptaan ekosistem praktik ekonomi lingkungan. Para Impact Fellows terlibat dalam diskusi, pertukaran pengetahuan, penyusunan konten, serta pengembangan strategi keterlibatan alumni untuk memperluas dampak ekonomi dan keuangan bagi konservasi di tingkat lokal dan nasional. 

Melalui YSKI Impact Fellows, CSF Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun kapasitas sumber daya manusia, memastikan bahwa konsep ekonomi lingkungan tidak berhenti pada analisis, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata yang mendukung konservasi, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Profil YSKI Impact Fellows

Pratita Budi Utami
Dosen, Universitas Tanjungpura – Pontianak,Kalimantan Barat

Pratita memiliki fokus pada pengelolaan sumber daya pesisir dan ekonomi kelautan, dengan penekanan pada perencanaan berbasis masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Sebagai Impact Fellow, ia berkomitmen memperkuat jejaring alumni serta menyebarluaskan pendekatan dan alat ekonomi lingkungan CSF/YSKI kepada mahasiswa dan mitra lokal di Kalimantan Barat.

“Kolaborasi, bukan bekerja sendiri, adalah kunci untuk menyelesaikan tantangan lingkungan.”


Hendriyadi Bahtiar Daeng Sila

Peneliti & Praktisi Pembangunan – Selayar, Sulawesi Selatan

Hendriyadi memiliki keahlian dalam pemberdayaan ekonomi perempuan, konservasi berbasis masyarakat, dan valuasi ekosistem. Ia mengintegrasikan perspektif ekonomi dalam restorasi lamun dan pengelolaan pesisir, sekaligus memperkuat literasi keuangan dan penghidupan berkelanjutan bagi komunitas pesisir.

“Saya percaya bahwa integrasi antara ekonomi dan konservasi dapat mengubah cara kita menilai dan mengelola sumber daya alam.”


Maria Magdalena Diana Widiastuti
 Dosen, Universitas Musamus – Merauke, Papua

Maria adalah peneliti dan praktisi pemberdayaan masyarakat dengan pengalaman luas dalam valuasi hutan, pertanian berkelanjutan, dan sistem ekonomi masyarakat adat. Dalam perannya sebagai Impact Fellow, ia berupaya memastikan nilai dan pengetahuan masyarakat adat tercermin dalam kebijakan dan praktik pengelolaan sumber daya alam.

“Ekonomi lingkungan memberikan ruang agar nilai‑nilai masyarakat adat dapat diakui dan dihormati dalam kebijakan serta praktik pengelolaan sumber daya alam.”


Saraswati Sisriany
Arsitek Lanskap & Dosen – Pekanbaru, Riau

Saraswati menggabungkan keahlian perencanaan ruang, analisis lingkungan, dan evaluasi ekowisata dengan pendekatan partisipatif dan geospasial. Ia berfokus pada penguatan pertukaran pengetahuan yang menghubungkan sains, perencanaan, dan kebijakan untuk mendukung tata guna lahan yang berkelanjutan.

“Mari kita ubah pengetahuan menjadi aksi dan memberdayakan masyarakat sebagai agen perubahan menuju pembangunan berkelanjutan.”